Sejarah Perkembangan Islam di Peru

Islam terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu di perut sebagai agama minoritas. Adanya masyarakat di Peru memiliki populasi berjumlah 33.456.994 orang. Sementara itu, untuk 3.346 orang dari sebagian populasi tersebut telah diidentifikasikan bahwasanya menganut agama muslim. Meskipun dikatakan sebagai agama minoritas akan tetapi untuk keberadaan agama Islam sendiri sudah terus mengalami penyebaran di berbagai kawasan di Peru.

Islam di Peru

Sejarah Islam di Peru

Perkembangan Islam bisa sampai di negara Peru, pertama kalinya telah dikenalkan oleh Morisco yang berasal dari Spanyol karena melarikan diri dari kejahatan genosida di negaranya. Selain itu, juga terdapat seorang wakil Raja Spanyol yang ada di Peru, yang diketahui sebagai seorang Morisco berasal dari Guadalajara yaitu Alvaro Gonzalez. Di tahun 1560, ia telah dijebloskan pada penjara di Cusco yang memperoleh tuduhan karena melakukan penyebaran serta mempraktikkan keseluruhan dari ajaran Islam di negara Peru. Dari rekannya sendiri ternyata juga mengalami tuduhan yang serupa atas penyebaran agama Islam di negara tersebut.

Keberadaan dari agama Islam mulai terpinggirkan dan tidak mempunyai suara yang cukup besar di negara Peru karena banyaknya kejahatan genosida yang diserang terhadap muslim. Di samping itu juga untuk seorang misionaris Kekristenan yang berasal dari Peru memang sangat gila dengan peranannya sebagai seorang penyebar dari agama Kristen. Keadaan ini terus mengalami perubahan di tahun 1940 bahwasanya telah terjadi eksodus bagi muslim Palestina serta musim Lebanon yang bahkan telah melarikan diri dari Israel. Hal ini dikarenakan mereka lebih banyak memperoleh tekanan dari sejumlah pihak atas penyebaran agama Islam di Peru.

Mereka juga sudah masuk ke Peru dan melakukan penyebaran Islam untuk kedua kalinya. Sehingga tidak heran apabila cukup sulit di negara Peru dalam melakukan penyebaran agama Islam karena menjadi masyarakat dan agama minoritas sehingga terbungkam untuk melakukan pengajaran agama Islam itu sendiri. Tidak hanya memiliki jasa yang cukup besar dalam mengenalkan Islam, ternyata para pengungsi yang berasal dari Palestina hingga Lebanon juga memiliki peran yang sangat penting untuk pembangunan perekonomian di negara Peru. Di tahun 1993 bahwasanya kaum muslim telah membentuk adanya komunitas serta pembangunan masjid yang bisa digunakan untuk ibadah oleh mereka yang beragama Islam.

Akan tetapi sayangnya keberadaan dari masjid tersebut tidak bisa bertahan lama karena cukup sulit dalam memperoleh dana yang digunakan untuk perawatan serta pengelolaan masjid tersebut. Kaum imigran yang berasal dari Palestina serta Lebanon lalu menjalin hubungan yang baik dari segi ukhuwah islamiyah bersama kaum etnis Moor yang menjadi kaum pemeluk Islam paling awal di Peru.
Di antara mereka saling memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap adat istiadat sehingga bisa membentuk kebudayaan dari kedua budaya yang berbeda termasuk budaya Islam. Sehingga tidak heran lagi apabila ibukota Peru yaitu Lima mempunyai aura Islam yang cenderung lebih kuat dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

Pada saat sudah memasuki kota ini akan terlihat adanya pemandangan seperti Andalusia ketika masih berada di masa kejayaan Islam. Selain itu, banyak sekali arsitektur Islam yang menghiasi kota Lima. Dari masyarakat setempat tersebut mengatakan bahwasanya arsitektur yang ditampilkan merupakan gaya Arabescos ya itu sebagai perpaduan gaya dari Timur tengah dan Mediterania. Dengan kehadiran sejumlah bangunan yang mengusung arsitektur Islam ini menjadikan muslim lebih dikagumi oleh masyarakat setempat serta memberikan daya tarik tersendiri untuk masuk ke agama Islam.

Tidak sekedar hanya untuk menjalin ukhuwah islamiyah saja, akan tetapi komunitas Moor serta kaum imigran dari Palestina hingga Lebanon secara bersama-sama turut melakukan penyebaran agama Islam di negara Peru. Hal ini bermula di tahun 1980-an dengan adanya kegiatan dakwah yang terus menggeliat seiring berjalannya waktu. Bahkan sudah banyak dari warga latin yang ikut serta untuk memeluk agama Islam. Sejak pasca peristiwa 11 September, membuat jumlah mualaf di negara tersebut mengalami peningkatan secara signifikan.

Meskipun memang agama Islam masih menjadi kelompok minoritas di negara Peru. Akan tetapi adanya muslimin yang memiliki kegiatan aktif dalam penyebaran syiar Islam sampai saat ini menjadikan masyarakat Peru sudah banyak yang bergabung dan masuk keagama Islam.
Dari sejumlah kegiatan dakwah itulah yang terus berjalan karena memperoleh kebijakan dari pemerintah Peru yang telah memberikan kebebasan untuk setiap umat beragama. Sehingga tidak lagi seperti dulu yang cukup sulit melakukan penyebaran Islam dengan tindakan pembungkaman dan pemenjaraan bagi siapapun yang menyebarkan syariat Islam.

Masjid Terkenal di Peru

Di negara Peru ini sudah banyak masyarakat Islam, sehingga tidak heran jika sudah terdapat penyebaran masjid terkenal di negara tersebut. Salah satu masjid yang cukup terkenal di Peru yaitu Masjid Babul Islam yang lokasinya berada di Tacna.

Keberadaan masjid yang satu ini telah berdiri sejak tahun 2000 dengan mengikuti perkembangan dan dijadikan sebagai lokasi untuk penyiaran agama Islam. Masjid yang satu ini memang sangat terkenal di Peru bagi kalangan muslim karena sebagai masjid pertama kalinya yang berdiri di Peru
Sampai saat ini keberadaan masjid masih dikunjungi oleh kaum muslimin yang tinggal di negara tersebut untuk menjalankan ibadah dan melakukan kegiatan syiar Islam. Penyebaran dakwah islam terus berjalan dilakukan oleh sejumlah masyarakat minoritas untuk tetap mengenalkan budaya Islam di masyarakat setempat.

Itulah sejarah perkembangan Islam di Peru yang dikutip oleh website berita hokimenang.net dengan perjalanan yang tidak mudah dilakukan oleh kaum muslimin. Islam terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu di negara Peru dengan gigihnya pendakwah dalam menyampaikan syiar Islam.